Thursday, November 21, 2013

Euforia Hockey di Olimpiade UI


Suporter FT memeragakan bentuk dukungan mereka
Laga final Olimpiade UI yang mempertemukan FIB dengan FT mendapat animo yang luar biasa. Suporter FT yang mengisi tribun penonton di sisi utara sampai harus menempati area steril tribun barat --yang seharusnya hanya untuk pemain-- karena kehabisan tempat. Suporter kedua tim menyemangati fakultas mereka masing-masing dengan yel-yel khas dan gaya yang atraktif.
Pemain FT mendapat suntikan moral dari para pendukungnya yang militan
Secara jumlah, suporter FIB memang kalah jika dibandingkan FT, akan tetapi mereka membawa banyak bendara berukuran besar sehingga terlihat militan.

Bendera-bendera berukuran besar dikibarkan pendukung FIB 
Menurut Bart de Nijs, salah satu pemain FE yang merupakan mahasiswa exchange dari University of Groningen, fanatisme dan euforia yang ditunjukkan para suporter itu amat luar biasa. “Orang di sana (Belanda) pasti tidak akan mempercayainya,” ucapnya seraya tersenyum.

Bart (berbaju biru) ikut menari bersama Rakyat Militan Sastra (suporter FIB)
Suporter FT merayakan kemenangan timnya dengan mengitari pemain sambil bernyanyi


Abid Raih Gelar Pemain Terbaik, Axl Top Skorer


Abid Tsabit mengenakan baju Pemain Terbaik dan
mendapatkan hadiah voucher Rp 100.000 dari Heavenly Blush

Berkat penampilan impresifnya selama Olimpiade UI, Abid Tsabit menyabet gelar Pemain Terbaik Olimpiade UI 2013. Mahasiswa Teknik Kapal 2010 yang juga kapten tim FT ini memang bisa dikatakan memiliki kemampuan di atas rata-rata, selain itu ia pun bisa bermain di posisi mana saja.

Apalagi, ia merupakan pencetak gol terbanyak di tim FT dengan tiga gol. Kebahagiaan striker yang pernah mencicipi kejuaraan hockey di Malaysia ini pun terasa semakin komplet karena tim FT berhasil merebut medali emas. "Saya tidak menyangka, karena saya rasa ada pemain yang lebih baik dari saya. Gelar ini saya persembahkan untuk Fakultas Teknik," katanya merendah.

Axl mencetak tujuh gol dari tiga pertandingan

Sementara itu, FIB menempatkan strikernya, Axl, sebagai Top Skorer Olimpiade UI. Semua gol FIB dicetak oleh Axl, yakni sebanyak tujuh gol. Mahasiswa Sastra Inggris 2011 ini berhasil medahului raihan gol pemain FISIP, Yolan, yang menggelontorkan enam gol. Sebagian besar dari gol Axl berawal dari umpan kapten FIB, Ferry.

Parade golnya dimulai ketika menghadapi FMIPA. Berhadapan dengan tim yang juga difavoritkan untuk menjadi juara, Axl tanpa ampun menyarangkan dua gol ke gawang FMIPA. Korban selanjutnya adalah FISIP, tak tanggung-tanggung ia mencetak hattrick yang memastikan FIB melaju ke final. Sayang, meskipun di laga final Axl menyarangkan dua gol ke gawang FT, tetapi itu tak cukup membawa timnya ke tangga juara. "Gue bangga banget sama solidnya semua anak FIB, mulai dari pemain-pemainnya, Rakyat Militan Sastra (nama suporter FIB), sama semua keluarga besar FIB yang udah ngedukung semua atletnya. Beda banget rasanya main didukung banyak orang, euforia yang luar biasa," katanya.


FISIP Pastikan Perunggu

Unggul 3-2 atas FE, FISIP rebut perunggu
Medali perunggu akhirnya dipastikan menjadi milik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) usai menyisihkan Fakultas Ekonomi (FE) dengan skor 3-2 di Gymnasium UI (19/11). Dua gol dari FISIP dicetak oleh Yolan Erlanda, sementara satu gol lagi oleh Haris Bashori.

FE yang diperkuat Bart de Nijs membuat permainan FISIP sulit berkembang. FISIP membuka keunggulan di menit-menit awal pertandingan setelah kapten FISIP, Yolan, berhasil memaksimalkan umpan Resti dari short corner. Ketinggalan 0-1 membuat Bart tak nyaman hanya duduk di bench, ia akhirnya masuk ke lapangan.

Kehadirannya amat merepotkan pemain bertahan FISIP. Pergerakannya amat lincah, ia mampu melakukan dribbling dari belakang hingga ke jantung pertahanan FISIP sendirian. Tak jarang, pemain depan FISIP pun terpaksa ikut membantu pertahanan demi membendung Bart.

FE akhirnya menyamakan kedudukan ketika bola yang dilesakkan Bart mengenai stik bek FISIP sehingga arah bola tak terbaca oleh kiper FISIP. Namun, FISIP kembali unggul setelah Haris memanfaatkan kesalahan lini belakang FE yang membuat dirinya tinggal berhadapan dengan kiper FE.

Sebelum jeda, giliran lini pertahanan FISIP yang melakukan blunder karena salah mengumpan bola. Bola justru mengarah ke kapten FE, Araz, yang kemudian membawa bola ke arah kiri pertahanan FISIP. Gol itu menjadi koleksi kedua Araz sepanjang Olimpiade UI.

Usai jeda, FISIP kembali mendapatkan hadiah short corner, untuk kedua kalinya Yolan mencetak gol dari short corner dan membuat FISIP kembali di atas angin. Taqiyyah dan kawan-kawan tentu tak tinggal diam, FE terus melakukan serangan-serangan yang membahayakan gawang FISIP. Sepuluh menit pertandingan babak kedua berlangsung, pemain FISIP salah mengantisipasi short corner yang berbuah penalti untuk FE. Sayang, bola yang dieksekusi Bart mengarah tipis ke luar sisi kanan gawang FISIP yang dikawal Nova.

Satu setengah menit menjelang laga bubar tensi semakin meninggi saat FE mendapat short corner hingga tiga kali berturut-turut. Waktu yang tersisa semakin sedikit, nasib FE tergantung pada berhasil atau tidaknya eksekusi short corner yang dilakukan Araz dan Bart. Yolan yang berlari ke arah shooter sanggup menutup bola datar yang dilesakkan Bart. Momen tersebut sekaligus menandai pertandingan kedua tim berakhir dan FISIP berhak atas medali perunggu.

Wednesday, November 20, 2013

FT Merajai Hockey di Olimpiade UI

Abid Tsabit dan kawan-kawan mempersembahkan emas dari cabang hockey untuk FT

Fakultas Teknik (FT) mengukuhkan diri sebagai raja cabang hockey di Olimpiade UI. Gelar tersebut menjadi milik FT setelah mereka memastikan kemenangan 3-2 atas Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di Gymnasium UI (16/9) dua menit sebelum waktu habis. Umpan deras pemain FT, M. Ridwan, dari tengah lapangan mampu menyulitkan pemain bertahan FIB hingga akhirnya berbuntut gol bunuh diri.

Tinta emas yang dicatatkan FT sekaligus menjadi sejarah bagi perkembangan hockey di Indonesia. Pasalnya, Universitas Indonesia tercatat sebagai universitas pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menyelenggarakan kejuaraan hockey di tingkat universitas sejak olahraga ini diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1950-an.

Dua gol Axl tak menolong FIB

Laga baru berjalan beberapa detik, Axl yang tiba-tiba muncul di jantung pertahanan FT tanpa terkawal berusaha menerima umpan dari sang kapten, Ferry, namun bola terlalu kencang sehingga sulit ia kontrol. Sementara itu, ada yang unik di pertandingan kali ini, M. Ridwan yang terbiasa mengawal lini pertahanan FT kini bertukar posisi dengan Abid Tsabit yang merupakan seorang striker. Padahal Abid sudah mengoleksi tiga gol untuk FT. Rupanya strategi tersebut bertujuan untuk meredam manuver Ferry sebagai jenderal lapangan tengah FIB.

Meski demikian, penampilan Abid di pertahanan FT terbilang istimewa. Berkat kematangannya, kapten FT ini mampu tampil tenang mengawal pertahanan timnya sekaligus menjadi kreator gol pertama FT lewat umpan langsung ke lini depan. Striker FT, Rury, yang menunggu di depan gawang FIB menyambut umpa tersebut dan mengkonversikannya menjadi gol.

FT semakin di atas angin karena sukses memperbesar keunggulan setelah kiper FIB tak mampu mengantisipasi bola blunder pemain belakang FIB. Alhasil, gol tersebut membuat suasana Gymnasium UI yang lebih didominasi suporter FT itu semakin bergemuruh. Keunggulan 2-0 FT segera direspon FIB dengan mengurung pertahanan FT. Berkat insting gol yang tajam, Axl yang tinggal berhadapan dengan kiper usai menerima umpan dari sisi kanan penyerangan akhirnya memperkecil ketertinggalan FIB. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua dimulai, FIB langsung berinisiatif menekan. Namun penyelesaian akhir striker FIB, Febby dan Arif, belum mampu membahayakan gawang FT. Serangan yang coba dibangun Febby selalu berhasil dipatahkan Diba. Tiga menit menjelang pertandingan berakhir, FIB mendapat hadiah penalti lantaran pemain bertahan FT menahan bola dengan kaki ketika FIB mengeksekusi short corner. Axl yang tampil sebagai eksekutor mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Skor imbang 2-2.

Ketika pertandingan tampak akan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu, M. Ridwan mengejutkan lini pertahanan FT. Ia mendorong bola dengan keras dari tengah lapangan dan salah diantisipasi oleh FIB. Gol. FT kembali unggul atas FIB. Gol bunuh diri tersebut sontak membungkam suporter FIB yang baru saja merayakan gol penalti Axl. Mimpi FIB tampil sebagai juara cabang hockey untuk pertama kalinya di Olimpiade UI pun gagal terwujud ketika wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Saturday, November 16, 2013

FT dan FIB Adu Tajam di Final

FT (biru) unggul 3-1 atas FE (abu-abu) di semifinal Olimpiade UI di Gymnasium (16/11)


Dua fakultas beda rumpun, Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), akan berhadapan satu sama lain di laga final Olimpiade UI cabang hockey. FT melaju ke final setelah mengakhiri perlawanan Fakultas Ekonomi (FE) dengan skor 3-1 (16/11). Sementara, FIB berhasil memastikan tiket finalnya beberapa menit jelang laga bubar lewat gol Axl yang membuat mereka unggul 3-2 atas FISIP.

Kedua fakultas yang lolos ke final ini sama-sama memiliki agresivitas yang tinggi. FT mencetak enam gol dan FIB lima gol dalam dua pertandingan. Ketajaman mereka hanya disaingi FISIP yang juga menggelontorkan gol dengan jumlah yang sama dengan FIB. Gol-gol dari FIB diborong oleh Axl Lasandra yang berposisi sebagai striker murni, sementara pencetak gol terbanyak FT, Abid Tsabit, mengemas tiga gol. Hingga saat ini, Axl bertengger sebagai pencetak gol terbanyak di Olimpiade UI (5 gol) disusul Yolan Erlanda (FISIP, 4 gol), dan Abid Tsabit. Laga final dan perebutan perunggu akan diselenggarakan pada Selasa (19/11) di Gymnasium UI mulai pukul 20.00 WIB.

FT Redam Bart de Nijs

Perjuangan FT untuk bisa mencapai final terbilang tak mudah lantaran hadirnya mahasiswa exchange dari University of Groningen di skuad FE, yakni Bart de Nijs. Pada menit-menit awal, mahasiswa berusia 22 tahun tersebut kerap melakukan manuver melalui aksi individual, namun masih bisa diatasi oleh M. Ridwan, bek FT. Abid membuka keunggulan FT setelah meneruskan umpan dari tengah dengan aksi flick. FE tak tinggal diam, mereka mencoba membalasnya dengan terus menekan pertahanan FT hingga pada akhirnya terjadi pelanggaran yang membuahkan penalti untuk FE. Bart memanfaatkan peluang itu dan mengubah skor menjadi 1-1 hingga babak pertama usai.

Usai jeda, FT mendominasi pertandingan sementara FE hanya melakukan serangan-serangan balik yang beberapa kali membahayakan gawang FT. Setelah babak kedua berlangsung lebih dari sepuluh menit, M. Ridwan melakukan solo run dari belakang menembus sisi pertahanan kiri FE, ia kemudian mengumpan bola tersebut ke depan gawang yang disambut oleh Dimas, bola berhasil dihalau namun bola rebound itu sanggup dimanfaatkan Abid menjadi gol. Tak lama berselang, lewat skema yang sama M. Ridwan menusuk jantung pertahanan FE, kali ini bola itu tak ia umpan melainkan langsung dilesakkan ke arah gawang. Gol. FT unggul 3-1 atas FE yang semakin terpuruk karena menjelang pertandingan berakhir Bart diusir wasit setelah menjatuhkan pemain FT.

Kejar-kejaran FIB-FISIP

Pertandingan semifinal lainnya tak kalah sengit. FIB yang dihuni pemain-pemain hockey berpengalaman harus menunggu hingga menit-menit akhir babak kedua untuk memastikan dirinya melaju ke final. Gol pertama dicetak oleh FIB setelah kerjasama Kapten Ferry Kurniawan dengan Axl mampu mengecoh pertahanan lawan. FISIP merespon dengan berupaya menekan sehingga beberapa kali mendapatkan hadiah short corner. Salah satu short corner tersebut berhasil membuahkan penalti untuk FISIP. Yolan tak membuang kesempatan tersebut dengan mengkonversikannya menjadi gol. Namun, tak lama kemudian FIB kembali unggul setelah memaksimalkan kesalahan FISIP di mulut gawang. Skor 2-1 untuk FIB bertahan hingga istirahat.

Di menit-menit awal babak kedua, FISIP berhasil mendominasi permainan hingga pada akhirnya Yolan mencetak gol penyeimbang lewat skema yang sama dengan gol pertama, yakni penalti. Kedua tim terus melakukan jual-beli serangan, namun belum berbuah gol. Axl akhirnya tampil sebagai pahlawan FIB dengan melesakkan gol melalui short corner. Hingga peluit tanda pertandingan berakhir skor tak berubah, FIB menang 3-2 atas FISIP.




Monday, November 11, 2013

Hockey Sita Perhatian di Olimpiade UI



Meski terbilang cabang baru di Olimpiade Universitas Indonesia (UI), hockey ternyata mampu mencuri perhatian mahasiswa UI. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah penonton yang hadir di Gymnasium UI (7/11) untuk mendukung tim favoritnya masing-masing. Pertandingan antara Fakultas Farmasi dengan Vokasi bahkan hampir tak menyisakan tempat duduk di tribun penonton.

Pertandingan yang akhirnya dimenangkan F. Farmasi dengan skor 1-0 itu sekaligus menandakan dimulainya cabang hockey di Olimpiade UI. Cabang yang diikuti sembilan fakultas dari total 14 fakultas yang ada di UI ini menggunakan sistem gugur dengan jenis permainan indoor-hockey.

Antusiasme mahasiswa UI menyaksikan pertandingan hockey ternyata tak juga surut kala tersaji babak perempat final yang seluruhnya diselenggarakan di hari yang sama, Sabtu (9/11).  F. Ekonomi berhasil menundukkan F.Hukum lewat babak sudden death setelah hanya bermain imbang 1-1, sementara F. Teknik mengalahkan F. Psikologi dengan skor cukup mencolok yakni 3-1. Di pertandingan lain, salah satu kandidat juara, FMIPA, harus mengakui ketangguhan FIB 1-2, dan FISIP menjadi tim terakhir yang memastikan diri melaju ke semi final setelah mengatasi perlawanan F. Farmasi 3-2.

Dengan hasil demikian, babak semi final akan mempertemukan FE dengan FT, sementara FIB berhadapan dengan FISIP. Di laga yang akan dihelat minggu depan ini (16/11) FE akan diperkuat pemain kuncinya, Bart de Nijs, yang pada pertandingan sebelumnya harus absen. Siapakah di antara mereka yang berhasil mencetak sejarah sebagai juara hockey untuk pertama kalinya di Olimpiade UI?

Let's play! Go Fight Win UI!