Saturday, November 16, 2013

FT dan FIB Adu Tajam di Final

FT (biru) unggul 3-1 atas FE (abu-abu) di semifinal Olimpiade UI di Gymnasium (16/11)


Dua fakultas beda rumpun, Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), akan berhadapan satu sama lain di laga final Olimpiade UI cabang hockey. FT melaju ke final setelah mengakhiri perlawanan Fakultas Ekonomi (FE) dengan skor 3-1 (16/11). Sementara, FIB berhasil memastikan tiket finalnya beberapa menit jelang laga bubar lewat gol Axl yang membuat mereka unggul 3-2 atas FISIP.

Kedua fakultas yang lolos ke final ini sama-sama memiliki agresivitas yang tinggi. FT mencetak enam gol dan FIB lima gol dalam dua pertandingan. Ketajaman mereka hanya disaingi FISIP yang juga menggelontorkan gol dengan jumlah yang sama dengan FIB. Gol-gol dari FIB diborong oleh Axl Lasandra yang berposisi sebagai striker murni, sementara pencetak gol terbanyak FT, Abid Tsabit, mengemas tiga gol. Hingga saat ini, Axl bertengger sebagai pencetak gol terbanyak di Olimpiade UI (5 gol) disusul Yolan Erlanda (FISIP, 4 gol), dan Abid Tsabit. Laga final dan perebutan perunggu akan diselenggarakan pada Selasa (19/11) di Gymnasium UI mulai pukul 20.00 WIB.

FT Redam Bart de Nijs

Perjuangan FT untuk bisa mencapai final terbilang tak mudah lantaran hadirnya mahasiswa exchange dari University of Groningen di skuad FE, yakni Bart de Nijs. Pada menit-menit awal, mahasiswa berusia 22 tahun tersebut kerap melakukan manuver melalui aksi individual, namun masih bisa diatasi oleh M. Ridwan, bek FT. Abid membuka keunggulan FT setelah meneruskan umpan dari tengah dengan aksi flick. FE tak tinggal diam, mereka mencoba membalasnya dengan terus menekan pertahanan FT hingga pada akhirnya terjadi pelanggaran yang membuahkan penalti untuk FE. Bart memanfaatkan peluang itu dan mengubah skor menjadi 1-1 hingga babak pertama usai.

Usai jeda, FT mendominasi pertandingan sementara FE hanya melakukan serangan-serangan balik yang beberapa kali membahayakan gawang FT. Setelah babak kedua berlangsung lebih dari sepuluh menit, M. Ridwan melakukan solo run dari belakang menembus sisi pertahanan kiri FE, ia kemudian mengumpan bola tersebut ke depan gawang yang disambut oleh Dimas, bola berhasil dihalau namun bola rebound itu sanggup dimanfaatkan Abid menjadi gol. Tak lama berselang, lewat skema yang sama M. Ridwan menusuk jantung pertahanan FE, kali ini bola itu tak ia umpan melainkan langsung dilesakkan ke arah gawang. Gol. FT unggul 3-1 atas FE yang semakin terpuruk karena menjelang pertandingan berakhir Bart diusir wasit setelah menjatuhkan pemain FT.

Kejar-kejaran FIB-FISIP

Pertandingan semifinal lainnya tak kalah sengit. FIB yang dihuni pemain-pemain hockey berpengalaman harus menunggu hingga menit-menit akhir babak kedua untuk memastikan dirinya melaju ke final. Gol pertama dicetak oleh FIB setelah kerjasama Kapten Ferry Kurniawan dengan Axl mampu mengecoh pertahanan lawan. FISIP merespon dengan berupaya menekan sehingga beberapa kali mendapatkan hadiah short corner. Salah satu short corner tersebut berhasil membuahkan penalti untuk FISIP. Yolan tak membuang kesempatan tersebut dengan mengkonversikannya menjadi gol. Namun, tak lama kemudian FIB kembali unggul setelah memaksimalkan kesalahan FISIP di mulut gawang. Skor 2-1 untuk FIB bertahan hingga istirahat.

Di menit-menit awal babak kedua, FISIP berhasil mendominasi permainan hingga pada akhirnya Yolan mencetak gol penyeimbang lewat skema yang sama dengan gol pertama, yakni penalti. Kedua tim terus melakukan jual-beli serangan, namun belum berbuah gol. Axl akhirnya tampil sebagai pahlawan FIB dengan melesakkan gol melalui short corner. Hingga peluit tanda pertandingan berakhir skor tak berubah, FIB menang 3-2 atas FISIP.




0 comments:

Post a Comment