![]() |
| Abid Tsabit dan kawan-kawan mempersembahkan emas dari cabang hockey untuk FT |
Fakultas Teknik (FT)
mengukuhkan diri sebagai raja cabang hockey di Olimpiade UI. Gelar tersebut menjadi
milik FT setelah mereka memastikan kemenangan 3-2 atas Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di Gymnasium UI (16/9) dua menit sebelum waktu habis. Umpan deras pemain FT, M. Ridwan, dari tengah lapangan mampu
menyulitkan pemain bertahan FIB hingga akhirnya berbuntut gol bunuh diri.
Tinta emas yang
dicatatkan FT sekaligus menjadi sejarah bagi perkembangan hockey di Indonesia.
Pasalnya, Universitas Indonesia tercatat sebagai universitas pertama dan satu-satunya
di Indonesia yang menyelenggarakan kejuaraan hockey di tingkat universitas
sejak olahraga ini diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1950-an.
Dua
gol Axl tak menolong FIB
Laga baru berjalan
beberapa detik, Axl yang tiba-tiba muncul di jantung pertahanan FT tanpa terkawal berusaha menerima umpan dari sang kapten, Ferry, namun bola terlalu kencang sehingga sulit ia kontrol. Sementara itu, ada yang unik di pertandingan kali ini, M. Ridwan yang terbiasa
mengawal lini pertahanan FT kini bertukar posisi dengan Abid Tsabit yang merupakan seorang striker. Padahal Abid sudah
mengoleksi tiga gol untuk FT. Rupanya strategi tersebut bertujuan untuk meredam
manuver Ferry sebagai jenderal lapangan tengah FIB.
Meski demikian, penampilan Abid di
pertahanan FT terbilang istimewa. Berkat kematangannya, kapten FT ini mampu
tampil tenang mengawal pertahanan timnya sekaligus menjadi kreator gol pertama
FT lewat umpan langsung ke lini depan. Striker FT, Rury, yang menunggu di depan
gawang FIB menyambut umpa tersebut dan mengkonversikannya menjadi gol.
FT semakin di atas
angin karena sukses memperbesar keunggulan setelah kiper FIB tak mampu mengantisipasi bola blunder pemain belakang FIB. Alhasil, gol tersebut membuat suasana Gymnasium UI yang lebih didominasi
suporter FT itu semakin bergemuruh. Keunggulan 2-0 FT segera direspon FIB dengan
mengurung pertahanan FT. Berkat insting gol yang tajam, Axl yang tinggal
berhadapan dengan kiper usai menerima umpan dari sisi kanan penyerangan akhirnya memperkecil
ketertinggalan FIB. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua dimulai,
FIB langsung berinisiatif menekan. Namun penyelesaian akhir striker FIB, Febby dan Arif, belum mampu membahayakan gawang FT. Serangan yang coba dibangun Febby selalu berhasil
dipatahkan Diba. Tiga menit menjelang pertandingan berakhir, FIB mendapat
hadiah penalti lantaran pemain bertahan FT menahan bola dengan kaki ketika FIB
mengeksekusi short corner. Axl yang
tampil sebagai eksekutor mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Skor imbang
2-2.
Ketika pertandingan
tampak akan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu, M. Ridwan mengejutkan lini
pertahanan FT. Ia mendorong bola dengan keras dari tengah lapangan dan salah
diantisipasi oleh FIB. Gol. FT kembali unggul atas FIB. Gol bunuh diri tersebut sontak membungkam suporter FIB yang
baru saja merayakan gol penalti Axl. Mimpi FIB tampil sebagai juara cabang
hockey untuk pertama kalinya di Olimpiade UI pun gagal terwujud ketika wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya
pertandingan.





Terharu, akhirnya hockey dipertandingkan di olimpiade juga..
ReplyDelete